Minggu, 29 November 2015

arab



PENGARUH BAHASA ARAB DALAM PERADABAN MANUSIA

            Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan setiap manusia untuk menyampaikan suatu maksud tertentu. Setiap kelompok manusia memiliki bahasa yang berbeda dengan yang lainnya. Perbedaan bahasa bisa terjadi dalam intonasi, lafadz, dan penulisan. Oleh sebab itu, bahasa sangat penting sekali dalam kehidupan manusia, bahkan sangat berpengaruh dalam peradaban manusia. Syeikh Mushthafa Ghayalani memberikan ta’rif mengenai bahasa, yaitu,” اللغة ألفاظ يعبر بها كل قوم عن مقاصدهم.” Bahasa adalah suatu lafadz yang diungkapkan oleh setiap kaum untuk menyampaikan maksud mereka (kepada yang lainnya). [jami’u ad-Durus al-A’rabiyyah. Hal. 7]. Oleh sebab itu, seseorang hanya bisa memahami satu bahasa yang dipakai oleh komunitasnya sendiri dan tidak akan bisa memahami bahasa yang lainnya jika ia tidak mempelajarinya terlebih dahulu.







            Bahasa Arab adalah bahasa yang memiliki keunggulan tersendiri yang berbeda dengan bahasa-bahasa lainnya. Ini terbukti dari kosa kata Bahasa Arab yang sangat kompleks. Berbeda dengan bahasa lainnya, yang tidak sekompleks Bahasa Arab. Prof. Dr. Tahiyya ‘Abdul ‘Aziz menjelaskan bahwa Bahasa Arab merupakan asal-usul dari semua bahasa di dunia disebabkan antara lain, kosakata Bahasa Arab sangat luas dan kaya. Sedangkan bahasa-bahasa lainnya miskin akan kosakata. Bahasa Latin memiliki tujuh ratus akar kata dan Bahasa Saxonia mempunyai seribu akar kata saja. Sementara Bahasa Arab memiliki enam belas ribu akar kata. Bahasa Arab luas dalam kata kerja, asal kata, dan susunan kalimatnya. Contohnya kata sifat “good” dalam Bahasa Inggris atau “jayyid” dalam Bahasa Arab, di mana keduanya memiliki kesamaan dalam pengucapannya, yang artinya adalah bagus. Akan tetapi kita akan mendapatkan kata lain yang merupakan derivasi (penyimpangan, yang berbeda) dari kata “jayyid” tersebut, yaitu Al-Jaud, Al-Jaudah, Al-Ijadah, Yujiidu, Yajudu, Jawaad, Jiyaad, dan lain sebagainya. Akan tetapi kita tidak menemukan kosakata lain yang berasal dari kata “good”. Bahasa Arab kaya akan sinonim (persamaan arti kata). Misal Al-Asad yang artinya singa, mempunyai sinonim yang banyak sekali. Di antaranya adalah Al-Laits, Al-Ghadanfar, As-Sabu’u, Ar-Ri’baal, Al-Hizbar, Adh-Dhargaam, Ad-Dhaigam, Al-Wardu, Al-Qaswar, dan lain sebagainya.







            Bahkan, kata-kata Bahasa Arab banyak sekali diserap oleh bahasa-bahasa lainnya. Misalnya, kata kursi di dalam Bahasa Indonesia adalah كرسي dalam Bahasa Arab, kata rice dalam Bahasa Inggris adalah الرز dalam Bahasa Arab, dan banyak lagi contoh yang semisal. Maka dapat kita simpulkan bahwa bahsa-bahsa lain banyak menyerap kata-kata Bahasa Arab untuk dijadikan bahasa mereka. Ini membuktikan bahwa bahasa-bahasa lain sangat miskin, sedangkan Bahasa Arab sangat familiar. Oleh kerana itu ada sebuah analogi mengatakan,” yang merasa kekurangan akan meminta bantuan kepada yang kelebihan.” Artinya bahasa-bahasa lain banyak mengambil dari Bahasa Arab. Al-Qur’an pun memakai bahasa dari Bahasa Arab yang memang bahasa ini dipandang paling fasih, baik dari aspek bahasa, penjelasan, dan keluasannya. Sebagaimana firman-Nya:



إِنَّا أَنزلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ



 Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’an dalam Bahasa Arab agar kamu mengerti (Q.S: Yusuf: 2)



Ayat di atas memberikan isyarat bahwa Bahasa Arab merupakan bahasa yang terbaik dari pada bahasa yang lainnya. Dan Bahasa Arab tidak berlaku hanya di dunia saja bahkan di akhirat pun semua manusia yang tidak memakai Bahasa Arab akan berbicara dengan memakai Bahasa Arab, sebagaimana al-Quran dan al-Hadits telah menjelaskannya.







            Dalam peradaban manusia, Bahasa Arab memiliki sejarah yang sangat urgen. Bahasa Arab pun adalah bahasa yang sangat tua, yang dipakai ketika manusia diciptakan. Sampai sekarang pun Bahasa Arab masih eksis dalam peradaban dunia, dan menjadi bahasa internasional setelah bahasa inggris. Di Indonesia khususnya, Bahasa Arab ini diterapkan dalam kegiatan tulis menulis sejak awal mula Indonesia ini ada. Ini menunjukan bahwa Bahasa Arab ini sangat berpengaruh dalam peradaban manusia, sehingga Bahasa Arab selalu ditemukan dalam bahasa-bahasa asing.



Maka timbulah sebuah pertanyaan, bagaimana Bahasa Arab ini bisa berkembang dan menyebar ke penjuru dunia?



Tentu tidak begitu saja Bahasa Arab ini menyebar kepenjuru dunia, tanpa ada pelaku sejarah yang berperan penting dalam penyebarannya.  Bahasa Arab yang berpusat di jazirah arab, pada saat zaman jahiliyyah, mereka sangat mengagungkan syair-syair arab. Ini terlbukti ketika seseorang bersyair dengan sangat baik maka orang itu akan dihormati oleh masyarakat arab dan sebaliknya jika tidak bisa bersyair dengan baik atau dikalahkan oleh yang lainnya maka ia tidak akan dihormati. Disinilah peran al-Qur'an yang ditirunkan kepada Nabi Muhammad sebagai mu'jizat untuk mengalahkan syair-syair yang ada pada masyarakat arab tersebut. Dan mulailah Bahasa Arab ini menyebar dikalangan jazirah arab dan sekitarnya yang akhirnya menyebar luas kepenjuru dunia melalui dakwah Rasulullah dan dakhwah para sahabatnya. Oleh sebab itu, Bahasa Arab dengan Islam, tak bisa dipisahkan karena Islam sangat berjasa dalam penyebarannya dan kaitan Bahasa Arab dengan islam sangat erat sekali. Ketika kita mempelajari Islam maka wajib mempelajari Bahasa Arab karena ajaran-ajaran Islam tercakup dalam Bahasa Arab. Namun, jika kita mempelajari Bahasa Arab, mau tidak mau kita akan mempelajari Islam secara tidak langsung karena pegangan Islam yaitu al-Qur'an dan al-Hadits yang keduanya berbahasa Arab.







            Begitulah pengaruh Bahasa Arab dalam peradaban mausia. Namun, sekarang mayoritas masyarakat memandang Bahasa Arab ini dengan sebelah mata, mereka berpikir bahwa mempelajari Bahasa Arab itu tidak akan memliki masa depan yang cerah. Sebagian kelompok lagi mengatakan bahwa Bahasa Arab tidak boleh dikaitkan dengan Islam. Ini adalah permasalahan kita selaku mahasiswa yang mengambil juruan sastra arab dalam menghadapi era kompetisi ini. Sehingga, menjadi motivasi bagi kita semua untuk mengembalikan citra Bahasa Arab kapada citra yang sebenarnya yaitu Bahasa Arab adalah bahasa yang fasih yang memiliki keunggulan daripada bahasa-bahasa lainnya. Bahasa Arab juga bahasa al-Qur'aan, yang diakui keotentikannya yang tidak akan pernah berubah dan juga tidak akan pernah bisa diubah walaupun satu huruf saja. 



Allahu A'lam



Al-ilmu 'Indallah. Saeful JS












Pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa Melayu



SEJARAH hubungan bahasa Arab dengan bahasa Melayu boleh dikatakan telah bermula sejak kedatangan agama Islam. Parameswara ialah Sultan Melaka yang pertama memeluk agama Islam dan menukar namanya kepada Sultan Muhammad Shah. Perkataan ‘sultan’ untuk gelaran raja adalah berasal daripada bahasa Arab.



Ini bermakna pengaruh bahasa Arab telah mula menyerap masuk ke dalam kehidupan raja-raja Melayu pada abad ke-15. Seterusnya masyarakat Melayu ketika itu telah mengubah nama-nama anak mereka yang kebiasaannya diambil daripada nama bunga, buah-buahan atau benda-benda di sekeliling mereka dengan menggantikannya kepada nama yang berunsur Arab.



Bahasa Arab mula dikenali di rantau Asia Timur semenjak terjalinnya hubungan awal antara Semenanjung Tanah Arab dan Asia Timur pada abad ke-4. Sebagai bahasa al-Quran dan al-Hadis, bahasa Arab datang ke kepulauan Melayu seiring dengan kedatangan Islam pada abad ke-13.



Sejak agama Islam mula sampai ke kepulauan Melayu, bahasa Arab telah mendapat perhatian. Umumnya bahasa tersebut telah diterima sebagai bahasa rujukan utama dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam. Pada era permulaan penubuhan sekolah-sekolah pondok dan pembukaan sekolah-sekolah Agama-Arab yang berlaku sehingga awal tahun 1970-an, bahasa Arab didapati dijadikan unsur penting dalam pembinaan kurikulum di sekolah-sekolah berkenaan.



Walau bagaimanapun, masyarakat awam seolah-olah tidak mengambil berat perkembangan yang berlaku dan pihak yang terlibat secara langsung dengan pendidikan bahasa Arab beranggapan ia tidak perlu didedahkan kepada masyarakat umum. Sikap sedemikian menyebabkan bahasa Arab pada era tersebut tidak mendapat perhatian sewajarnya.



Perkembangan dakwah Islamiah yang mula menyerlah pada awal tahun 1970-an telah memperkenalkan kepentingan bahasa Arab. Umat Islam di Malaysia, khasnya mereka yang mendapat pendidikan di Timur Tengah dan di Barat, mula membuat penilaian baru terhadap konsep dan fungsi bahasa tersebut.



Mereka mula memperjuangkan kepentingan dan penggunaan bahasa Arab yang bersifat ilmiah dan sebagai salah satu bahasa komunikasi antarabangsa menerusi ucapan dan penulisan. Perkembangan ini akhirnya mendorong pihak yang bertanggungjawab dalam pendidikan negara mengiktiraf bahasa Arab sebagai satu bidang utama yang seharusnya diberi perhatian serius dalam sistem pendidikan negara.



Pedagang



Menurut J. Anthony, kedatangan para pedagang Arab ke Asia Tenggara yang berperanan sebagai mubaligh Islam secara evolusi telah menyerapkan perkataan-perkataan Arab ke dalam bahasa Melayu seperti perkataan-perkataan yang terdapat pada hari ini. Pertembungan antara dua bahasa dan dua budaya yang berbeza itu telah mencetuskan proses akulturasi.



Pada kebiasaannya bangsa yang memiliki kebudayaan yang lebih maju mempengaruhi bangsa yang memiliki kebudayaan yang sederhana. Bangsa yang memiliki kebudayaan yang sederhana dengan rela hati menyesuaikan diri dan menerima kebudayaan bangsa yang lebih maju.



Bahasa Arab melalui tulisan Arab telah mengagungkan bahasa Melayu bukan hanya menjadi bahasa kebangsaan Malaysia tetapi juga sebagai bahasa utama yang digunakan oleh lebih 250 juta orang di kepulauan Melayu terutamanya di Malaysia, Indonesia, Brunei, Singapura, selatan Thai, selatan Filipina, Vietnam, Laos dan Kemboja.



Peranan bahasa Arab dalam perkembangan bahasa dan kesusasteraan terutamanya dalam aspek kebahasaan, perbendaharaan kata, struktur ayat, aliran pemikiran, huruf dan kesusasteraan akan terus dikenang. Di samping itu, perbendaharaan kata bahasa Arab juga telah termaktub dalam institusi terpenting negara seperti Mahkamah Syariah dan Mahkamah Sivil, Dewan Rakyat, Majlis Agama Islam Negeri-Negeri dan Majlis Raja-Raja Melayu.



Bahasa Melayu yang menggunakan aksara Arab sebagai tulisan rasmi ketika itu berjaya meletakkan status bahasa Melayu sebagai ‘Lingua Franca’. Bahasa Melayu dapat mengeratkan jalan bagi pertumbuhan dan perkembangan bahasa dan kesusasteraan di kepulauan Melayu. Selain itu ia berhasil menjalin persaudaraan di Nusantara yang akhirnya turut berperanan dalam memperjuangkan kemerdekaan tanah air seperti yang berlaku di Indonesia pada tahun 1945 dan di Malaysia pada tahun 1957.



Majoriti umat Islam di Malaysia tetap memerlukan bahasa Arab yang juga bahasa al-Quran dan al-Hadis kerana ia adalah rujukan utama dalam semua bidang kehidupan seharian selain untuk keperluan ibadah khusus. Perkembangan bahasa Arab di negara ini diyakini akan lebih maju berdasarkan keadaan masyarakat masa kini yang cenderung ke arah keagamaan.



Secara umumnya kedatangan Islam dengan perantaraan bahasa Arab telah memainkan peranan penting dalam perkembangan bahasa dan kesusasteraan Melayu. Ini kerana bahasa Arab adalah bahasa yang terawal diperkenalkan kepada bangsa Melayu secara rasmi berbanding bahasa-bahasa lain seperti bahasa Portugis, bahasa Belanda, bahasa Inggeris dan bahasa Jepun.



Ini membuktikan bahawa masyarakat Melayu mudah menerima sesuatu perbendaharaan kata bahasa lain. Sehubungan itu kita berasa yakin bahawa pelajar Melayu dapat menerima kemasukan perbendaharaan kata bahasa Arab dengan mudah dalam proses pembelajaran di sekolah sekiranya mereka diberi pendedahan tentang kata pinjaman bahasa Melayu yang berasal daripada bahasa Arab.